Thursday, September 02, 2010

MEMANASNYA INDONESIA-MALAYSIA

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM......


NOT WAR.....ITS VERY GOOD
Memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia tidak luput dari kesalah pahaman menurut kami. dan juga politik iri, dengki serta emosi yang ditimbulkan oleh manusia itu sendri.

Sebenarnya memanasnya hubungan Indonesia -Malaysia hanya kesalahan teknis dan infomasi yang kita dan mereka dapatkan. Agar Kesalahpahaman itu jangan berlarut-larut menghantui kita, pemerintah segera lakukan perbincangan dengan pihak Malaysia dan juga Malaysia segera lakukan perbincangan dengan pihak Indonesia. Indonesia-Malaysia adalah anggota PBB dan harus segera didamaikan oleh PBB.

Damai itu Indah, jadi bagaimanapun rakyat Indonesia lihat aja dulu perkembangan...jangan terlalu terbawa emosi. Jika Malaysia mulai menyerang kita, apa tidak sanggup kita melawan Malaysia dengan 250jt jiwa penduduk Indonesia (Penduduk Malaysia Hanya sekitar 25jt Jiwa). Pakai batu aja kita lempar mereka sudah kalah. Jadi, jangan dulu terpancing emosi karena peperangan itu bukan jalan keluar melainkan melahirkan dendam (Seperti Filem India).

Indonesia berpenduduk mayoritas Muslim dan Malaysia juga berpenduduk mayoritas Muslim. Kalau Muslim sesama Muslim harus berperang lagi...nanti terlalu banyak syetan yang tertawa terbahak-bahak. Maka kami mengimbau agar duduk bersama kedua negara segera dilaksanakan secepatnya, agar masalah antara Indonesia dengan Malaysia bisa cepat di atasi.Jika Ambalat diminta oleh orang Malaysia berikan saja.

SDA di Ambalat tidak sebanding dengan SDA yang diberikan Allah Swt untuk Indonesia. Batubara dimana-mana, Alhamdulillah di Pulau Sumatera, Jawa, kalimantan, Sulawesi, Papua dan Pulau Lainnya masih banyak hasil bumi yang bisa kita olah.Maka, dari sekarang kami berharap SDA yang ada di Negara Kita Indonesia dapat Kita pegang penuh sebagai Rakyat Indonesia. Pemerintah mendukung dan para Tekhnokrat Muda Indonesia menjalankannya dengan Ilmu yang mereka dapatkan. Jangan Rakyat Orang Asing yang Jadi BOS di Negara kita, dan kita jadi budak2 mereka. Tetapi sekarang kita mulai, Kita jadi BOS di Negara Kita dan Orang Asing Jadi Anggota kita. Gmana Kalian rasa???cocok.

Ini saya Kutip komentar pak Marzuki Alie di Okezone.com. dan kami rasa sependapat dengan beliau. Terima Kasih.

JAKARTA - Memanasnya hubungan Malaysia-Indonesia tak urung menimbulkan spekulasi terangkatnya kapak perang di kedua belah pihak. Namun Ketua DPR Marzuki Alie mempertanyakan keungtungan dari peperangan di dua negeri serumpun itu.
"Tidak ada untungnya perang itu. Kalau seumpama Indonesia perang dengan Malaysia, untungnya di mana? Hanya harga diri saja? Tidaklah," tukas Marzuki saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Menurutnya membela harga diri tidak hanya dengan cara berperang. Masih banyak cara lain untuk menegakkan harga diri bangsa. Misal dengan membangun karakter bangsa yang baik.
"Dengan melempar tinja (ke Kedubes Malaysia), tidak menunjukkan harga diri yang baik," ujarnya.
"Masa melempar tinja, pegang saja sudah jijik. Malu kita lah," lanjutnya.
Kedutaan besar (Kedubes) merupakan wilayah kedaulatan negara di negara lain. Jika kedubes diserang oleh warga negara setempat, sama dengan menyerang negara orang. Hal itu merupakan standar hukum internasional.
"Kedubes itu wilayah asing, jadi kita tidak bisa masuk sembarangan. (Kalau) Kedubesnya kita serang dengan tinja, dan demonya berlebihan. Ya marah orang," tukasnya


No comments: