Wednesday, July 24, 2013

(Rekaman Lensa) EKSEKUSI HUKUMAN MATI KORUPTOR WANITA PERTAMA DI CHINA

Saat ini, Indonesia adalah Negara paling ter- Korup. Seandainya Indonesia tidak Korup, mungkin Indonesia sudah bisa menyamakan kedudukannya dengan Cina. Bisa membangun Jembatan Tanpa Utang Ke Negara Lain, Bisa bangun Pariwisata untuk Meninggatkan Devisa Negara. Tapi apa daya tangan, Indonesia mungkin memang sudah digariskan harus menjadi salah Satu Negara Penghuni Neraka Karena Korupsinya. 

Kenapa China sangat Mudah berkembang di Indonesia??jangan salahkan China kawan. Salahkan Negara mu sendiri. Apa ada di Indonesia jika mencuri atau merampok di potong tangannya??tapi di China dan beberapa negara lainnya ada, dan itu berhasil. Apakah ada di Indonesia kalau Korupsi di tembak sampai mati seperti di China???Mana ada kawan. malah enakan di Executif Sel yang ber AC dan mempunyai Fasilitas lengkap yang diberikan untuk tahanan Koruptor Indonesia.

Mari Kita sama-sama menyimak Bagaimana Sisi daripada Kesuksesan Negara China. Mari Kita Saksikan Bagaimana Seorang Koruptor malah Wanita, Berhenti Nafasnya setelah ditembak mati.

Ceritanya Begini,

Kejahatan wanita bernama Wang Shou Xin adalah penggelapan dan korupsi. China memang negara komunis tapi hukum memang dijalankan dengan tegas disana. Korupsi termasuk masalah berat yang sama beratnya dengan pembunuhan. Untuk itu orang China berpikir dua kali untuk melakukan korupsi. Hukum tidak memandang jenis kelamin sebab pelaku kejahatan pria atau wanita sama saja dimata hukum. Salah adalah salah tidak ada salah dibenarkan dan mencari alasan biar kelihatan benar.

Wang Shou Xin digiring keluar dari selnya di penjara

Berbeda jauh dengan di negeri ini dimana korupsi cuma hanya dikenakan kurungan badan dan itupun masih bisa dinegosiasi segala macam dan mencari alibiagar hukumannya ringan. Ditambah lagi tidak ada upaya menyita harta dan aset-aset pelaku korupsi (pemiskinan koruptor) padahal kejahatan mereka adalah kejahatan kemanusiaan.

Di turunkan dari truk yang membawanya ke lokasi eksekusi hukuman mati

(Berpura-pura) sakit adalah senjata ampuh para pelaku dan terdakwa korupsi yang pada dasarnya mencari celah dan kesempatan untuk banyak hal. Salah satunya adalah untuk mengulur waktu agar bisa menyusun strategi.
Para jurnalis mencatat, wajahnya tetap tenang walau ajalnya sudah menanti di depan mata

Namun sekali lagi, Indonesia beda dengan China yang tegas dan tidak pandang bulu. Di China, tidak ada aturan main yang bisa “dinegosiasi”.
Wang Shou Xin beberapa saat sebelum dieksekusi



Regu tembak telah selesai menuaikan tugasnya


Dan Wang Shou Xin menjadi contoh peringatan pertama pada tahun 1980 bagi para (calon) koruptor saat ia menjadi wanita koruptor yang pertama kali dieksekusi mati di hadapan regu tembak.

Maaf jika terlalu Kasar, Tapi ini adalah Kenyataan Kenapa Kita selalu menjadi Di Belakang. Buka Mata- Buka Hati, Lihatlah disekelilingmu, Kemana uang Negara diBawa, BLBI, Century Casus, dan Lain-Lainnya "Kapan-kapan" mungkin akan terusut. 

(dari berbagai sumber)

No comments: