Monday, December 21, 2015

HILANGKAN KESOMBONGAN DIRI

Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam hadist Qudsi :

“Kemuliaan adalah kain-Ku, dan kesombongan-Ku adalah selendang-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku di salah satu dari keduanya, sungguh Aku menyiksanya”. (HR. Muslim)

Sombong atau yang sering kita kenal dengan istilah kibr, takabur dan istikbar, ketiganya hampir semakna, merupakan suatu kondisi seseorang di mana ia merasa lain dari yang lain (dengan keadaan tersebut) sebagai pengaruh i?jab (kebanggaan) terhadap diri sendiri, yaitu dengan adanya anggapan atau perasaan, bahwa dirinya lebih tinggi dan besar daripada selainnya.

Manusia diciptakan dari air yang hina, dikeluarkan dari tempat yang hina dan kalau hidup tanpa agama akan menjadi manusia yang hina. Manusia dilahirkan tidak bawa apa-apa dan mati pun tidak bawa apa-apa kecuali hanya selembar kain kafan.

Sombong, barangkali sama tuanya dengan peradaban manusia. Iblis dikutuk dan dikeluarkan dari surga juga lantaran sombong. Ia menolak bersujud kepada Adam as, manusia pertama, karena merasa dirinya lebih baik.

“Allah berfirman:

قَالَ يَآإِبْلِيسُ مَامَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ {75}

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ {76}

‘Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang (yang) lebih tinggi?’ Iblis berkata: ‘Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah’.” (Shaad: 75–76).

“Ana khoirun minhu (saya lebih baik dari dia),” kata Iblis. Merasa diri lebih baik dari pada yang lain itulah sombong. Dan akibat sombong, iblis dikutuk.

Perihal sombong, Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam mendefinisikan dalam sebuah riwayat, “Kibr (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim).

Dua kata kunci: menolak kebenaran dan meremehkan manusia, itulah sombong. Ketika ada rasa ingin menonjolkan dan membanggakan diri, ketika hati kita keras menerima nasihat terlebih dari yang lebih yunior, ketika pendapat kita enggan untuk dibantah bahkan tidak jarang dipertahankan dengan dalil yang dipaksakan, ketika kita tersinggung tidak diberi ucapan salam terlebih dahulu, ketika kita berharap tempat khusus dalam sebuah majlis, ketika kita tersinggung titel dan jabatan yang dimiliki tidak disebut, maka jangan-jangan virus takabbur telah meracuni diri kita.

Maka tidak akan berlaku sombong, kecuali orang yang merasa dirinya besar dan tinggi, dan ia tidak merasa tinggi atau besar, kecuali karena adanya keyakinan, bahwa dirinya memiliki keunggulan, kelebihan dan kesempur-naan yang dengannya ia menganggap berbeda dengan orang lain.

Suatu Ketika Jibril AS bertanya kepada Nabi SAW,”Wahai Muhammad lebih mulia mana aku atau dirimu ?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Lebih mulia aku karena engkau diutus untuk aku.” Benar kata Jibril, lalu Jibril bertanya lagi, “Lebih mulia mana engkau atau agama islam ?”, Nabi SAW menjawab, “Lebih mulia islam, karena aku diutus untuk islam.”
Dari Ibnu Mas’ud dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakaiannya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia lain” (HR. Muslim)

Allah SWT berfirman : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). MEREKA ITU SEBAGAI BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raaf 179)

Manusia lebih hina lagi dari pada binatang ternak kalau tidak ada agama.

Allah SWT berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman 18)

Pangkat yang tinggi, harta yang melimpah, wajah yang cantik, wajah yang tampan dan rumah yang mewah. Inilah yang membuat manusia sombong dan angkuh berjalan dipermukaan bumi ini. Padahal dari ujung rambut sampai ujung manusia itu hina.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup dan merupakan obat bagi penyakit sombong. Terapi penyembuhan sombong dalam al-Qur’an yaitu dengan membaca al-Qur’an, mendekatkan diri pada al-Qur’an dan mengamalkan ajaran al-Qur’an. Sedangkan terapi penyembuhan dalam bimbingan dan konseling Islam yaitu dengan amal dan ilmu, sehingga dengan kedua hal tersebut akan tercipta sikap tawadhu’ dalam hati. Untuk itu seseorang harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan keyakinan hati bahwa melalui al-Qur’an penyakit sombong akan hilang.

DR. ‘Aidh Al Qarni merumuskan beberapa cara menghilangkan sifat sombong dalam diri. Cara-cara tersebut adalah:
  1. Sifat sombong akan hilang dengan cara mempelajari sifat rendah hati yang datang bersamaan dengan waktunya. Jika Anda melihat diri sendiri sombong dan angkuh terhadap orang lain, maka yang harus Anda lakukan adalah meninggalkan sifat tersebut dan mencelanya.
  2. Melakukan aktivitas yang dapat mengembalikan jiwa ke kondisinya yang normal, seperti mengangkat barang, melayani orang lain dan beraktivitas di rumah.
  3. Mengingat kembali proses pertumbuhan Anda, bahwa Anda diciptakan dari sperma yang hina dan akan kembali menjadi bangkai yang busuk. Sedangkan saat ini, Anda sedang membawa kotoran.
  4. Bergaul dengan orang-orang saleh lagi rendah hati sehingga memungkinkan Anda bercermin dari akhlak dan budi pekerti mereka yang baik. Di samping itu, jauhi teman-teman yang berperilaku buruk, di mana memungkinkan peluang sifat sombong dan angkuh tertanam dalam diri Anda.
  5. Memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar Anda menjadi bagian dari hamba-hamba Allah yang memiliki karakteristik rendah hati dan tidak sombong.
Semoga kita semua terhindar dari sifat sombong yang merupakan salah satu sifat penghuni neraka. Kita sama-sama berlindung pada Allah dari segala fitnah dunia….Aamin Ya Allah Ya Mujib..

No comments: